Rekam Jejak Kementerian ESDM Selama Dua Periode: Mengungkap dan Mengenang Masa Transisi 2000-2009

Kam, 25 Nov 2021

3

REKAM JEJAK DUA PERIODE ESDM: MENGUAK DAN MENGENANG MASA TRANSISI 2000-2009 adalah buku yang menceritakan pengalaman Penulis dalam melayani salah satu sektor strategis Indonesia, yaitu sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penulis mengambil tanggung jawab ini di awal Era Reformasi, saat Indonesia mengalami krisis ekonomi 1997 dan krisis politik yang mengikuti pada 1998. Penulis ditugaskan untuk mengelola sektor ESDM dan menarik investasi guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Mengelola sektor ESDM yang strategis selama masa pemulihan ekonomi nasional bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan dan hambatan yang harus diatasi untuk memulihkan sektor tersebut. Buku ini menjelaskan kesuksesan dan capaian Penulis di sektor ESDM, termasuk dalam restrukturisasi perundang-undangan dan revitalisasi sektor ESDM.

Beberapa kontribusi signifikan Penulis di bidang perundang-undangan meliputi pembentukan kerangka hukum seperti UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas, UU No. 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan (diubah dengan UU No. 30 Tahun 2009), UU No. 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi, UU No. 30 Tahun 2007 tentang Energi, dan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Selama periode ini, juga dibentuk institusi-institusi penting seperti Badan Pelaksana Hulu Migas (BPH Migas, 2002), Badan Pengatur Hilir Migas (BP Migas, 2002), PT Pertamina (2003), dan Dewan Energi Nasional (DEN, 2008).

Dalam pengembangan subsektor minyak dan gas Indonesia, Penulis memiliki peran besar dalam Lapangan Minyak Cepu, Lapangan Gas D-Alpha Natuna, dan Proyek LNG Tangguh. Untuk subsektor minerba dan energi lainnya, Penulis berhasil menangani isu-isu rumit seperti divestasi PT Newmont Nusa Tenggara, Kaltim Prima Coal, Freeport, Produsen Listrik Independen, dan proyek panas bumi seperti Karaha Bodas dan Dieng Patuha.

Inisiatif penting lainnya yang dipimpin oleh Penulis adalah pergeseran dari Supply Side Management (SSM) ke Demand Side Management (DSM). Salah satu strategi yang dilakukan adalah mengalihkan kebijakan subsidi harga BBM ke kebijakan subsidi langsung, untuk memberikan bantuan yang lebih tepat sasaran.

Melalui buku ini, pembaca dapat memahami lebih dalam perjalanan perkembangan sektor ESDM Indonesia selama tahun-tahun awal Era Reformasi. Buku ini tidak hanya berguna bagi praktisi energi untuk mempelajari isu-isu strategis nasional, tetapi juga sebagai referensi mengenai perjalanan sektor ESDM selama dua periode (2000-2009).

Untuk informasi lebih lanjut mengenai buku ini, silakan hubungi Publikasi PYC di publication@pycenter.org.

Harga: Rp850.000,-

Untuk membeli, klik [di sini].

Bagikan:

Related Book

Prosiding Konferensi Energi Internasional PYC 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search