Program Pelatihan Eksekutif PYC untuk Perwira Militer Senior Indonesia 

Kam, 30 Apr 2026

3

Executive Training Program 2026 yang berlangsung pada 13 hingga 24 April 2026, sukses diselenggarakan dan secara resmi ditutup pada Jumat, 24 April 2026, di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kementerian Pertahanan Rumpin Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi salah satu inisiatif strategis dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan di bidang pertahanan dan keamanan nasional, serta dirancang untuk merespons dinamika global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. Program ini juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman modern.

Executive Training Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, serta S. Rajaratnam School of International Studies di bawah Nanyang Technological University, Singapura. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara lembaga nasional dan internasional dalam pengembangan kapasitas strategis melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara.

Sebanyak 25 personel TNI dari tiga matra, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, turut berpartisipasi dalam program ini. Selain itu, terdapat tiga perwakilan dari Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang juga menjadi bagian dari peserta. Para peserta merupakan perwira menengah yang menduduki jabatan strategis di lingkungan masing-masing.

Para peserta memiliki latar belakang jabatan setingkat Komandan Distrik Militer, Komandan Pangkalan Angkatan Laut, dan Komandan Pangkalan Angkatan Udara. Posisi tersebut menuntut kemampuan analisis strategis dan kepemimpinan yang kuat dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mereka dalam menghadapi tantangan nyata di lapangan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi di Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang menjadi simbol dimulainya program. Setelah itu, peserta mengikuti rangkaian pembelajaran awal di Purnomo Yusgiantoro Center, di Jakarta. Tahapan ini berfungsi sebagai fondasi konseptual sebelum memasuki sesi yang lebih intensif.

Selanjutnya, kegiatan inti program dilaksanakan di Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertahanan yang berlokasi di Rumpin, Bogor. Lokasi ini dipilih untuk mendukung suasana pembelajaran yang fokus dan terintegrasi. Lingkungan tersebut juga memungkinkan peserta untuk menjalani pelatihan secara disiplin dan terstruktur.

Program ini menghadirkan pembicara yang mewakili berbagai latar belakang, baik dari kalangan akademisi, pemerintah, maupun militer. Dari akademisi, hadir para pakar dari S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), serta Edy Prasetyono, Inka B Yusgiantoro, Hikmahanto Juwana dan Filda C Yusgiantoro. Sementara itu, dari unsur pemerintah turut hadir Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto serta Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Dari unsur militer, Pusat Kompetensi Bela Negara turut memberikan materi dalam pelatihan ini.

Selama program berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan materi terkait geopolitik Indo-Pasifik. Materi ini menyoroti dinamika kawasan serta implikasinya terhadap keamanan nasional Indonesia. Pembahasan dilakukan secara komprehensif dengan pendekatan akademik dan praktis.

Selain itu, isu ancaman keamanan non tradisional di Asia Tenggara turut menjadi perhatian utama dalam program ini. Ancaman tersebut mencakup berbagai aspek, seperti kejahatan transnasional, perubahan iklim, dan ketahanan sosial. Peserta diajak untuk memahami bahwa ancaman modern tidak lagi terbatas pada dimensi militer semata.

Materi mengenai keamanan siber dan kejahatan siber juga menjadi bagian penting dalam kurikulum. Hal ini sejalan dengan meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi digital di berbagai sektor. Peserta dibekali pemahaman tentang risiko serta strategi mitigasi dalam menghadapi ancaman siber.

Program ini juga mengangkat isu terorisme, ekstremisme, dan radikalisasi yang masih menjadi tantangan global. Selain itu, aspek keamanan maritim dibahas, mengingat posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan. Kedua isu ini memiliki relevansi tinggi terhadap stabilitas nasional dan kawasan.

Dari perspektif ketahanan nasional, peserta memperoleh materi mengenai ketahanan energi, ekonomi pembangunan, infrastruktur strategis, serta bela negara. Aspek-aspek tersebut menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan negara. Pemahaman ini diharapkan dapat memperkuat perencanaan kebijakan di tingkat operasional.

Sebagai bagian dari pembelajaran praktis, peserta mengikuti kunjungan lapangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata. Kegiatan ini memberikan gambaran langsung mengenai implementasi pengelolaan energi sebagai bagian dari ketahanan nasional. Peserta dapat melihat hubungan antara teori dan praktik di lapangan.

Pada tahap akhir program, peserta menyusun rencana aksi nyata bela negara. Rencana tersebut dirancang agar dapat diimplementasikan di lingkungan kerja masing-masing peserta. Program ini diharapkan mampu mencetak pemimpin yang adaptif, berwawasan global, dan memiliki komitmen kuat dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia.

Penutupan program dilaksanakan pada 24 April 2026 di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Bogor, oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Han Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, SE, MHI. Penutupan juga dihadiri oleh Ketua PYC Filda C. Yusgiantoro, Sekretaris PYC Amelia Yusgiantoro, Bendahara PYC Febria Oroh dan perwakilan dari S. Rajaratnam School of International Studies Eddie Lim. Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, SE, MHI menyampaikan bahwa di tengah dinamika tantangan bangsa yang semakin kompleks, prinsip cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, serta kepentingan negara menjadi landasan untuk menentukan keputusan strategis bangsa.

Bagikan:

Kegiatan Terkait

Indonesia Green Connect 2025 ITB

Lomba Musik Kolintang PYC Piala Bergilir Lis Purnomo Yusgiantoro, Hadirkan Musik Klasik Format Kolintang

Search