
JAKARTA—Program Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV telah selesai dan sukses dilaksanakan. Penyelenggaraan acara ini merupakan bentuk nyata kerja sama tripartit antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Rangkaian program KPPD Angkatan IV ini telah dilaksanakan secara intensif dari tanggal 3 September sampai dengan 11 September 2026, dengan pusat kegiatan yang diselenggarakan di Lemhannas, Kemendagri, dan PYC.
Kegiatan ini diawali dengan prosesi pembukaan pada tanggal 3 September 2026, bertempat di Ruang Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, yang dibuka secara langsung oleh Wamendagri III Akhmad Wiyagus. Guna mencetak pimpinan daerah yang kompeten, para peserta mendapatkan pembekalan yang komprehensif, tidak hanya materi dari Lemhannas RI dan Kemendagri, tetapi juga mendapatkan wawasan di tingkat global.
Sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan global peserta, rangkaian acara berlanjut pada 7 hingga 10 September 2026 melalui sesi pemaparan materi secara daring oleh sejumlah pakar terkemuka di bidang kebijakan publik. Dalam sesi ini, para pimpinan daerah mendapatkan pembekalan strategis kelas dunia, di antaranya wawasan mendalam mengenai tata kelola, kepemimpinan, dan akuntabilitas, serta memperdalam wawasan tentang kemitraan publik-swasta.
Selain pendalaman konsep di ruang kelas, para peserta juga mendapatkan sesi pembelajaran luar kelas dengan melakukan kunjungan lapangan. Kunjungan tersebut dilaksanakan ke beberapa fasilitas pelayanan dan aset publik, meliputi Puskesmas Matraman Jakarta Timur, Mal Pelayanan Publik Jakarta, dan Jakarta Asset Management Center.
Program ini juga menghadirkan tokoh penting, yaitu Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, yang turut memberikan arahannya kepada peserta. Arahan tersebut disampaikan pada sesi Dialog bersama Tokoh Bangsa yang dimoderatori oleh Wamendagri II, Bima Arya Sugiarto.
Di hari terakhir penyelenggaraan, para peserta mendapatkan materi penutup yang berfokus pada tata kelola daerah dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Keuangan Daerah dan Perencanaan Pembangunan Daerah, Kemendagri. Sesi ini mencakup coaching rencana aksi (renaksi) yang menjadi syarat wajib untuk dibuat sebagai tanggung jawab sekaligus tindak lanjut peserta atas partisipasinya pada KPPD ini.
Rangkaian KPPD IV ini resmi berakhir pada 11 September 2026 melalui prosesi penutupan oleh Gubernur Lemhannas RI yang bertempat di Ruang Dwiwarna Purwa, Gedung Pancagatra, Lemhannas RI. Sebagai bentuk nyata komitmen dan implementasi program, acara penutupan ini diwarnai dengan presentasi renaksi dari tiga pimpinan daerah terpilih. Membawa semangat transformasi tata kelola, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, mempresentasikan “Inovasi Dana Kegawatdaruratan pada RSUD SK Lerik”; disusul oleh Bupati Kolaka, H. Amri, melalui “Program Kartu Beramal”; dan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, dengan inisiatif “Transformasi Ketahanan Ekonomi Daerah Melalui Percepatan Hilirisasi Kelapa dan Tata Kelola Ekspor Tahun 2027–2029”. Pemaparan strategis ini disaksikan langsung oleh para petinggi dari Kemendagri maupun Lemhannas RI.